Indonesia Upayakan Kerjasama dan Kolaborasi Nyata GPDRR 2022

by -1067 Views
Wartawan: Andi Wimbo Saksono
Editor: Herry W. Sulaksono


Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk menerapkan perlindungan sosial adaptif (ASP) agar lebih responsif terhadap bencana, lebih inklusif dan dapat diakses oleh kelompok yang paling berisiko seperti perempuan, ibu hamil, anak-anak, lansia, disabilitas, serta memberikan ruang partisipasi bagi pemuda dalam penanggulangan bencana dan adaptasi perubahan iklim.

Keempat, penguatan perencanaan dan penganggaran pengurangan risiko (Risk Financing) melalui strategi pendanaan terintegrasi melalui dana bersama (pooling fund) dan asuransi kebencanaan. Kelima, Indonesia akan terus mendorong inovasi dan teknologi pengurangan risiko bencana, termasuk pada beberapa lembaga lain, seperti Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG), Badan Geologi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


“Pihak-pihak ini telah mengembangkan Multi Hazard Early Warning System untuk berbagai jenis bencana. Bappenas juga bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik dan beberapa Kementerian atau Lembaga terus mengembangkan Satu Data Bencana Terpadu mendukung kebijakan Satu Data dan Satu Peta,” ujar Sumedi.

Sumedi juga menambahkan, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan Laporan (Country Report) dan kertas posisi yang menjadi pegangan dalam setiap diskusi dan pembahasan baik dalam bentuk diskusi tingkat menteri (Ministerial Round Table), dialog tingkat tinggi (High-Level Dialog), review tengah waktu (Mid-term Review), dan diskusi tematik (Thematic Session).

“delegasi Indonesia menyampaikan pesan utama tentang pentingnya beberapa hal, pertama, kerja sama dan kolaborasi dalam pengembangan manajemen pengetahuan (knowledge management) kebencanaan yang didukung dengan data, peta, informasi dan pengetahuan, serta transformasi digital.

pengarusutamaan dan fasilitasi pengurangan risiko bencana sampai tingkat desa.

kerja sama antar pemerintah daerah dalam peningkatan kapasitas manajemen bencana, kerja sama antar perguruan tinggi dalam riset dan dan pengembangan teknologi kebencanaan, fasilitasi dan pemberdayaan kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan dan kelompok difabel, serta fasilitasi peran pemuda dalam manajemen bencana.

Dan mobilisasi sumber-sumber pendanaan terintegrasi dalam penanganan bencana, dan ketujuh adalah fasilitasi dan perluasaan peran pelaku usaha dalam penanggulangan bencana tidak hanya pada saat terjadi bencana dan pemulihan pasca bencana, tapi juga pada saat pra-bencana, ” pungkasnya.////

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *