Denpasar, seblang.com – Indonesia mengharapkan hasil Global Platform Disaster Risk Reducton 2022 (GPDRR) di Bali, untuk masukan bagi United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) alam mengupayakan kerja sama dan kolaborasi Internasional yang lebih berkualitas.
Direktur Tata Ruang, Pertanahan dan Penanggulangan Bencana, Kementerian PPN/Bappenas, Sumedi Andono Mulyo, Jumat (27/05/2022) mengatakan hasil dari pertemuan GPDRR 2022 nantinya akan menjadi masukan bagi Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali yang menekankan penguatan kerja sama internasional yang lebih adil dan nyata, dalam penanganan pandemi, pengurangan risiko bencana (PRB) dan perubahan iklim.
“Selain itu, juga penyediaan dukungan bagi pengembangan usaha kecil menengah terutama di negara-negara berkembang, serta perluasan akses informasi, teknologi dan sumber-sumber pendanaan bagi negara-negara berkembang,” katanya.
Ia juga menyampaikan, Indonesia mendukung pelaksanaan komitmen global secara penuh seperti Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2015-2030, Perjanjian Paris,penanganan covid-19, pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGS), serta beberapa komitmen global yang lain.
“Bagi Indonesia GPDRR merupakan kesempatan belajar dari negara lain dalam manajemen bencana, ” ujar Sumedi.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengatakan, sesuai tema yang ditetapkan UNDR, maka delegasi Indonesia dalam GPDRR 2022 mengusung tema: Mengembangkan Kolaborasi untuk Ketangguhan Berkelanjutan (Fostering Collaboration towards Sustainable Resilience).
Tema tersebut didukung dengan lima sub tema, pertama, Connecting Global – National to Local (Risk Governance – Social Modality), dengan mengintegrasikan kebijakan di tingkat global hingga lokal.
Kedua, terus mendorong kolaborasi Pentahelix dengan melibatkan pemerintah dan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, pelaku usaha, perguruan tinggi dan lembaga riset, dan media dalam membangun resiliensi berkelanjutan. Ketiga, keterlibatan semua pihak (inclusiveness) dan tidak boleh ada yang tertinggal dalam pengurangan risiko bencana.









