Banyuwangi, seblang.com – Suasana jantung Kota Banyuwangi tampak berbeda dalam beberapa hari terakhir. Guguran bunga pohon angsana yang bermekaran memenuhi tepian hingga badan jalan, menghadirkan pemandangan indah yang jarang ditemui di kota tropis.
Kelopak kuning keemasan itu jatuh beriringan tertiup angin, seolah membentangkan karpet alami yang mempercantik wajah kota. Tak heran, warga yang melintas dibuat takjub, bahkan banyak yang mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel karena suasananya menyerupai musim semi di Eropa.
“Indah sekali, jalanan jadi seperti di luar negeri. Rasanya romantis kalau melintas di bawah pohon angsana ini,” ujar Lina, salah seorang warga yang sengaja berhenti untuk berfoto di kawasan Jalan MH Thamrin, Kelurahan Pengantigan, Sabtu (13/9/2025).
Fenomena guguran bunga angsana ini terjadi setiap tahun, biasanya saat pohon memasuki masa berbunga penuh pada bulan September–Oktober. Selain menambah estetika kota, pohon angsana juga berfungsi sebagai peneduh jalan, penyaring udara, dan penjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.
Panorama alami ini semakin memperkuat daya tarik Banyuwangi sebagai kota wisata. Tak hanya terkenal dengan kekayaan alam dan budaya, Banyuwangi juga menyuguhkan keindahan keseharian di perkotaan yang mampu memikat siapa saja.//////










