“Warga binaan tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga bisa menghasilkan produk yang diminati pasar,” imbuhnya.
Sebelumnya, Batik Jeruji dari Lapas Banyuwangi telah lama dikenal dengan motif gajah oling jeruji dan kualitas produksi yang tidak kalah dengan pengrajin batik profesional.
Warga binaan yang terlibat dalam produksi batik ini mendapatkan pelatihan intensif dari para ahli batik sehingga mereka mampu menghasilkan karya yang bernilai tinggi.
Selain sebagai sarana pembinaan, Batik Jeruji juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas nanti. Dengan keterampilan membatik yang dimiliki, diharapkan mereka mandiri dan memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran Batik Jeruji. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk mendukung program reintegrasi sosial Warga Binaan,” pungkas Wayan,////////










