Mojokerto, seblang.com – Wakil Bupati Mojokerto Moch. Rizal Octavian mengapresiasi kinerja dan komitmen positif Satuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto. Apresiasi tersebut disampaikan saat sosok yang kerap disapa Mas Wabup itu memberikan sambutan pada acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Damkarmat (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) ke-107.
Tak sekadar apresiasi, Mas Wabup juga menyebut bahwa anggota Damkarmat, BPBD, serta para relawan merupakan pahlawan yang berada di garis depan saat terjadi bencana atau musibah yang dialami masyarakat, khususnya warga Bumi Majapahit.
“Anda bukan hanya pemadam api, tetapi juga pahlawan kemanusiaan yang selalu siaga dalam berbagai operasi penyelamatan,” tuturnya pada acara yang digelar di Kantor BPBD Kabupaten Mojokerto tersebut.
Ia juga menambahkan, selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, BPBD menjadi salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang aktif dan bergerak cepat membantu masyarakat saat terjadi bencana maupun keadaan darurat.
“Saya kira dalam perjalanan satu tahun ini, saya bersama Gus Barra sangat terbantu dengan para relawan dan BPBD. Banyak bantuan serta tim yang gercep (gerak cepat) patut kita apresiasi bersama. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya mengucapkan dirgahayu ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan,” tegasnya.
Masih dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (9/3) sore, Mas Wabup bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin juga mengukuhkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mojokerto Tahun 2026.
Kalaksa BPBD Rinaldi mengatakan bahwa pembentukan TRC BPBD Kabupaten Mojokerto tahun 2026 dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan pengabdian para relawan kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. Tim tersebut terdiri dari berbagai unsur, mulai dari anggota BPBD hingga relawan swadaya dari berbagai wilayah di Kabupaten Mojokerto.
“Hari ini kami merilis Tim Reaksi Cepat Kabupaten Mojokerto yang terdiri dari unsur relawan BPBD dan Damkar. TRC ini dibentuk karena bencana tidak bisa diprediksi. Kami berharap dengan adanya TRC ini pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat,” jelas Rinaldi.
Senada dengan Wakil Bupati Moch. Rizal, Rinaldi juga mengimbau para relawan dan pegiat sosial untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas. Hal ini menjadi hal vital yang harus dijaga, mengingat citra pemadam kebakaran dan penyelamatan di Indonesia saat ini dikenal positif dan dekat dengan masyarakat.
“Mari kita jaga kepercayaan ini dengan semangat dan komitmen yang lebih kuat lagi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, HUT Damkarmat diperingati setiap 1 Maret. Tanggal tersebut merujuk pada kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang mengesahkan Brandweer—istilah bahasa Belanda untuk pemadam kebakaran—pada 1 Maret 1919.
Pada peringatan tahun 2026, tema yang diangkat adalah “Mengabdi untuk Keselamatan Negeri”, yang menitikberatkan pada peningkatan profesionalisme, modernisasi peralatan, serta respons cepat terhadap kebakaran dan operasi penyelamatan./////////











