Hari Kedua Kunker di Malang, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Sentral Telur Intan Jatim di Desa Kambingan

by -3 Views
Wartawan: Achmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Menko Pangan, Zulkifli Hasan (topi hitam) saat berdialog dengan owner Sentra Telur Intan Jatim, H. kholik (paling kiri) didampingi Kepala Dinas Peternakan Pemprov Jatim

Malang, seblang.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Sentral Telur Intan Jatim (STIJ) di Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (24/02/2026).

Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah mengambil langkah konkret untuk memperkuat produksi ayam dan telur nasional dari hulu hingga hilir demi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Kita harus perkuat GPS di dalam negeri. Kalau fondasinya kuat, maka parent stock dan DOC bisa kita kembangkan sendiri untuk peternak rakyat,” tegasnya di hadapan pelaku SPPG, pengusaha telur, dan peternak ayam.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah membuka opsi impor secara terbatas sebagai langkah strategis untuk mempercepat penguatan produksi nasional.

“Impor itu hanya untuk memperkuat. Setelah itu dikembangkan di dalam negeri dan dibagikan ke peternak supaya kita tidak tergantung pada segelintir pemasok,” ujarnya.

Selain sektor hulu, Menko Pangan menyoroti tata kelola distribusi melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menekankan rantai pasok bahan pangan harus melibatkan koperasi desa, BUMDes, dan pelaku UMKM lokal.

“SPPG ke depan tidak boleh hanya mengambil dari pusat atau luar daerah. Harus terhubung dengan usaha desa supaya ekonomi lokal bergerak,” katanya.

Ia menambahkan pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 30 ribu koperasi desa yang mulai berjalan pertengahan tahun ini untuk menjadi mitra distribusi pangan nasional, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Timur, H. Kholik atau Abah Kholik, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Menko Pangan menjadi motivasi besar bagi pelaku peternakan rakyat.

“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kehadiran Pak Menko memberi semangat baru bagi peternak rakyat,” ungkapnya.

Abah Kholik menjelaskan saat ini pihaknya mengelola sekitar 500 ribu ayam petelur yang tersebar di empat lokasi di wilayah Tumpang dan Pojok Kusumo. Produksi telur mencapai 2 hingga 3 ton per hari untuk melayani sekitar 20 sampai 22 SPPG di Malang Raya.

“Sekarang produksi kami baru mampu memenuhi sekitar 20 sampai 30 persen kebutuhan pasar Malang. Artinya peluang pengembangan masih sangat besar,” jelasnya.

Ia juga menegaskan kualitas dan standar higienitas menjadi prioritas utama, terutama dalam mendukung program MBG.

“Kalau untuk anak-anak, ayam harus fresh dan pemotongannya sesuai standar. Kita punya RPA berstandar nasional tingkat satu untuk menjamin kualitas itu,” katanya.

Usaha yang dirintis sejak 1994 tersebut kini mempekerjakan sekitar 500 tenaga kerja, dengan 80 persen berasal dari masyarakat sekitar Desa Kambingan.

“Saya ingin yang terangkat bukan hanya usaha saya, tapi masyarakat desa. Mayoritas tenaga kerja kami dari warga sekitar,” tegas Abah Kholik.

Ia juga memastikan seluruh perizinan usaha telah lengkap sesuai regulasi lingkungan dan tata ruang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pedagang kecil harus terus diperkuat agar sistem usaha perunggasan berjalan sehat dan berkelanjutan.

“Kita tidak ingin monopoli. Kita ingin menggandeng pedagang kecil supaya tumbuh bersama,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis bagi penguatan sektor perunggasan rakyat di Jawa Timur. Pemerintah berharap Malang dapat menjadi salah satu sentra unggulan nasional dalam mendukung ketahanan pangan berbasis desa.///////

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo