Harga Plastik Melejit, PDI Perjuangan Jember Bagikan 1.000 Tas Belanja Gratis untuk Emak-emak

by -5 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W Sulaksono

Jember, seblang.com – Fenomena naiknya harga kantong plastik di pasar tradisional mulai meresahkan warga. Merespons hal itu, kader PDI Perjuangan Kabupaten Jember membagikan 1.000 tas belanja nonplastik di tiga lokasi pasar, Senin (13/4/2026) pagi.

Aksi sosial tersebut menyasar para emak-emak yang tengah beraktivitas di pasar. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kenaikan harga kantong plastik yang dinilai semakin memberatkan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Widarto, mengatakan pembagian tas belanja ini merupakan bentuk kehadiran partai di tengah masyarakat, khususnya dalam kondisi ekonomi yang sedang mengalami tekanan akibat kenaikan berbagai kebutuhan pokok.

Hari ini PDI Perjuangan Kabupaten Jember membagikan lebih dari 1.000 tas belanja di tiga lokasi pasar (Arjasa, Kepatihan, Kencong). Ini sebagai respons bahwa partai hadir di tengah kesulitan masyarakat, terutama kaum emak-emak. Kita tahu saat ini terjadi kenaikan harga plastik, bahkan istilahnya bukan lagi naik tapi ‘ganti harga’,” ucap Widarto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Selain membantu meringankan beban masyarakat, kegiatan tersebut juga memiliki tujuan edukatif. Widarto menekankan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mulai beralih ke tas belanja yang dapat digunakan berulang kali.

Ia menilai kondisi mahalnya harga plastik justru bisa menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.

“Harapannya masyarakat bisa terbiasa membawa tas sendiri saat belanja. Selain lebih hemat, ini juga bagian dari upaya menjaga lingkungan karena plastik sulit terurai,” ujarnya.

Widarto juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan terkait pengelolaan sampah, termasuk pembatasan penggunaan plastik. Ia menyebut hal itu dapat dimasukkan dalam revisi Peraturan Daerah tentang persampahan agar lebih komprehensif.

“Kami mendorong agar momentum ini bisa ditindaklanjuti dengan regulasi. Tidak harus Perda khusus plastik, tetapi bisa dimasukkan dalam revisi Perda persampahan yang sudah ada,” ungkapnya.

“Pengelolaan sampah kita masih belum komprehensif, sehingga penggunaan plastik harus menjadi bagian penting dalam pembahasan tersebut,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jember itu.

Dari pantauan di lapangan, aksi pembagian tas belanja tersebut dilakukan langsung oleh kader dan simpatisan partai yang turun menyapa serta berinteraksi dengan para pedagang maupun pembeli.

Salah satu warga, Sulis Tri Lestari, mengaku terbantu dengan adanya pembagian tas belanja tersebut. Ia menilai tas berbahan kain itu bisa digunakan berulang kali dan lebih praktis.

“Sekarang semua harga naik, termasuk plastik. Tas ini lumayan, bisa dipakai terus saat belanja,” katanya.

Ia juga mengaku sempat mengira kegiatan tersebut merupakan pembagian sembako. Namun, ia tetap merasa terbantu karena tas yang diberikan dinilai bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.////////

iklan warung gazebo