Anjloknya harga buah naga di pasaran selain dipengaruhi panen raya yang terjadi sehingga stok di pasaran sangat melimpah. Juga ditambah tidak ada kepastian stabilitas harga buah naga pasca panen.
“Kadang setiap harinya harga buah naga ini bisa berubah-ubah. Karena itu tadi belum ada kepastian standar harga,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia menambahkan dalam setiap musim panen harga buah naga selalu turun. Sehingga tidak heran apabila ada sebagian petani yang membuang hasil produkinya ke sungai karena harganya hancur.
“Kalau lagi musim panen memang rata-rata harga di bawah Rp 10 ribu. Untuk panen sekarang di harga Rp 5 ribu masih untung meskipun tidak seberapa. Tetapi kalau harganya sudah dibawah itu kami hanya bisa pasrah,” ujarnya.
Dia berharap, pemerintah bisa memberikan kepastian standar harga sebagai upaya stabilitas harga bagi para petani buah naga di musim panen raya.
“Jangan sampai para petani buah naga yang sudah bersusah payah untuk mencukupi kebutuhan ekonominya, justru harus merugi karena kurangnya perhatian,” pungkasnya./////











