Ungkapan tersebut sama dan senada dengan apa yang disampaikan oleh para tokoh agama yang hadir dalam acara Literasi Digital “Mewujudkan Pemilu Damai bebas Hoax dan Provokasi”.
Di antaranya Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Banyuwangi Pendeta Anang Sugeng, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia ( Walubi) Banyuwangi, Eka Wahyu Widayat dan Wakil Ketua DPD LDII kabupaten Banyuwangi, Alfan Abdillah Sujarno.
“Mari kita kenali kiprah dari para calon pemimpin dan wakil kita dengan baik. Tidak perlu bertindak gegabah dengan menjelek-jelekkan satu sama lain,” ungkap Pendeta Anang.
Pada kesempatan tersebut, Pendeta Anang juga mengenang kiprah Handoko dalam pandemi Covid-19. Melalui PROJO, Handoko memfasilitasi vaksinasi para pemuka gereja se Kabupaten Banyuwangi yang kala itu sedang sangat terbatas.
“Kami bersyukur kala itu atas bantuannya, sehingga dapat mencegah persebaran Covid di tengah umat,” kenangnya.
Handoko yang merupakan alumni Universitas Brawijaya (UB) Malang, baru saja mendapatkan penghargaan atas perjuangannya mengawal Reforma Agraria di Banyuwangi .Saat ini mendapat tugas dan amanah baru untuk menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Jawa Timur III (Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan kabupaten Situbondo) dari Partai Golkar dengan nomor urut dua.////











