Banyuwangi, seblang.com – Serbuan hama wereng menyerang lebih dari 5 hektare tanaman padi milik warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Serangan tersebut mengakibatkan sebagian petani mengalami gagal panen.
Kepala Desa Kemiren, M. Arifin, mengatakan bahwa setelah sebelumnya menghadapi serangan hama tikus, para petani kembali diuji dengan serangan wereng yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut Arifin, kondisi pertanian di Desa Kemiren saat ini beragam. Sebagian petani baru saja menyelesaikan masa panen, sementara lainnya masih dalam tahap pengolahan lahan dan persiapan tanam padi.
“Sebagian petani harus menerima kenyataan gagal panen akibat serangan wereng,” ujar Arifin saat ditemui di rumahnya, Selasa (20/1/2026).
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa bersama masyarakat melakukan panen lebih awal pada lahan pertanian yang masih berpotensi diselamatkan. Selain itu, pihak desa juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada dinas dan instansi terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Arifin menambahkan, upaya pengendalian terus dilakukan secara maksimal terhadap lahan yang mulai terdampak serangan hama wereng. Ia juga menilai pola tanam yang tidak seragam di wilayahnya menjadi salah satu faktor pemicu munculnya hama tikus dan wereng.
Untuk itu, pihaknya berharap para petani mematuhi arahan petugas penyuluh lapangan terkait pola tanam agar serangan hama dapat diminimalkan ke depan.
“Kerusakan paling parah dialami petani di Dusun Krajan dan sebagian wilayah Dukuh yang berbatasan langsung dengan Desa Glagah,” pungkasnya.////////










