Untuk pemenuhan hak sipil, pemkab menggulirkan program Go on Document (Godoc) dari rumah ke rumah untuk memberikan kemudahan kepada para difabel dalam proses pembuatan dokumen kependudukan.
Ruang publik dan sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi juga telah dibangun dengan konsep ramah bagi difabel.
“Tak hanya itu, sejak beberapa tahun terakhir, kami juga membuka jalur khusus difabel dalam rekrutmen ASN di Banyuwangi. Bahkan, perusahaan swasta juga kami dorong untuk membuka lowongan kerja untuk mereka. Ini sebagai bentuk dukungan pemkab kepada para difabel,” kata Ipuk.
Dalam momen tersebut, Ipuk juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah penyandang disabilitas, seperti kursi roda, kruk, walker, tongkat, alat bantu dengar, serta tangan dan kaki palsu.
Bantuan tersebut disambut gembira oleh para penerima, seperti Syaiful Ibad (12) yang menerima bantuan kaki palsu. Ibad, yang lahir tanpa telapak kaki kanan, telah empat kali menerima bantuan kaki palsu dari pemkab.
“Saya sangat senang. Yang lama memang sudah waktunya diganti, sudah kekecilan. Terima kasih,” ujarnya. (*











