Deddy juga mengharapkan peran aktif dan kepedulian masyarakat. Segala upaya ini tak ada artinya apabila masyarakat acuh tak acuh terhadap kebersihan lingkungan sekitar rumahnya.
“Peran aktif dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, seperti tidak buang sampah sembarangan sangat berpengaruh,” ujarnya.
Sementara itu, BMKG kelas lll Banyuwangi menyatakan bahwa peralihan musim kemarau ke musim penghujan di Kabupaten paling ujung timur di pulau Jawa ini diprakirakan akan tiba lebih awal pada akhir bulan Oktober 2021 ini.

“Normalnya pancaroba musim kemarau ke musim penghujan terjadi pada bulan November. Tetapi di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2021 ini, diprakirakan akan tiba lebih awal pada akhir Oktober. Puncak musim hujannya diperkirakan terjadi pada bulan Januari – Februari 2022,” kata Mardani Rekso Gumintar, S.Tr, PMG Muda BMKG Stasiun Meteorologi Klas III Banyuwangi kepada seblang.com, Rabu (6/10 /2021).
BMKG Banyuwangi mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem mengingat di Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi terjadinya bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. (guh)












