Gus Miftah : Masyarakat dan Bangsa Indonesia Harus Menghilangkan Rasa Minder dan Kurang Percaya Diri

by -980 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Gus Miftah bersama Forpimda Banyuwangi


“Kondisi ini diperparah dengan wawasan kebangsaan tidak diajarkan lagi kepada pelajar. Sehingga para guru dan tenaga pendidik perlu menyelipkan pemahaman agar para siswa mencintai Pancasila tumbuh menjadi pribadi yang toleran dan tidak terpapar radikalisme,” pungkas Gus Miftah.

Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dalam acara Festival Anak Sholeh Tahun 2022 dan Ngaji Bareng Gus Miftah yang mengambil tema “Menguatkan Keberagaman dan Merawat Keberagaman Untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila,” menyatakan dalam even tersebut para pelajar akan mengikuti beberapa perlombaan seperti; MTQ, Tilawati Alquran, Kaligrafi dan lomba Pidato.


“Kami ingin melalui kegiatan ini para pelajar mampu mengoptimalkan potensi dan bakat yang dimiliki. Semoga menjadi bagian meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menginspirasi teman-teman mereka,” jelas Bupati Ipuk.

Bupati kelahiran Magelang itu menuturkan generasi muda diperbolehkan mengikuti perkembangan jaman, tetapi disisi lain mereka diharapkan tidak tumbuh menjadi pribadi yang intoleran dan jauh dari radikalisme.////

“Kami meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan para guru harus benar-benar diingatkan terkait paham intoleransi dan radikalisme agar tidak memberikan pemahaman kepada anak didiknya terkait dengan paham-paham tersebut,” imbuh Bupati berkacamata itu.

Lebih lanjut dia berharap Festival Anak Sholeh bisa berjalan dengan aman lancar dan sukses. Banyuwangi mampu melahirkan talenta-talenta baru yang bisa mampu bersaing dalam MTQ tingkat Jawa Timur maupun di level nasional bahkan di tingkat dunia.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *