“Sebulan bisa lima tikar dipesan masyarakat,” jelas Gus Dowi, saat dikunjungi di kediamannya, Rabu (19/10/2022).
Menurutnya, rata – rata pemesan datang dari Bali, dan Banyuwangi. Dia memproduksi kerajianannya jika sudah ada pemesan, kemudian dia mengerjakaan pesanan dari warga.
“Hasilnya untuk menyambung hidup, anak saya tiga. Kerajinan ini salah satu pendapatan kita. Alhamdulillah, hasilnya cukup. Semoga kerjaninan ini makin diminati masyarakat,” harap Gus Dowi, menutup perbincangan wartawan. ////












