Gubernur Khofifah Resmikan Gerha Majapahit dan GOR BPBD Jatim, Perkuat Logistik Kebencanaan Berbasis Digital FIFO

by -8 Views
Wartawan: Ady Prayitno
Editor: Herry W Sulaksono
Gubernur Khofifah didampingi Sekdaprov.Jatim Adhy Karyono, Anggota DPRD Jatim , Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kepala DPRKPCK Prov.Jatim I Nyoman Gunadi Tandatangani Prasasti Peresmian Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olah Raga BPBD Jawa Timur.

Gubernur Khofifah Berikan Potongan Tumpeng kepada Tim BPBD Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa kehadiran kedua fasilitas tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola logistik kebencanaan yang lebih tertib, berkualitas, dan akuntabel.

Ia menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen logistik berbasis digital dengan metode First In, First Out (FIFO), yaitu barang yang pertama masuk harus menjadi yang pertama keluar. Sistem ini dinilai krusial untuk memastikan efektivitas distribusi serta menjaga kualitas logistik, terutama barang yang memiliki masa kedaluwarsa.

“Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta sistem FIFO yang optimal,” ujar Khofifah.

Menurutnya, penerapan ekosistem digital dalam pengelolaan logistik merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar. Sistem tersebut akan mempermudah pengawasan, meningkatkan ketelitian pencatatan, serta meminimalkan risiko penggunaan logistik yang tidak layak pakai.

“Ekosistem digital dalam logistik adalah wajib. Dengan sistem FIFO, distribusi logistik dapat terpantau sesuai tanggal penggunaan,” jelasnya.

“Melalui sistem FIFO juga bisa diketahui apakah logistik sudah mendekati masa kedaluwarsa atau belum. Jangan sampai itu terjadi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengingatkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD dari seluruh kabupaten/kota terkait pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang kerap dikaitkan dengan fenomena El Nino.

Ia menegaskan bahwa mitigasi harus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh pemerintah daerah guna menjaga stabilitas sektor pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur.

“Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan. Pompa-pompa air akan disiapkan oleh Dinas PU Jatim untuk daerah yang telah dipetakan berpotensi mengalami kekeringan, sehingga Indeks Pertanaman (IP) tetap di angka 2,7. Kita harus melakukan kewaspadaan berganda,” tegasnya.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyampaikan bahwa pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola logistik, operasional, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kebencanaan.

Gedung Gerha Majapahit diharapkan menjadi pusat logistik yang representatif dalam mendukung penyimpanan, pemeliharaan, hingga distribusi bantuan dan peralatan kebencanaan. Dengan fasilitas yang lebih memadai, kesiapsiagaan serta kecepatan respons dalam situasi darurat diharapkan semakin meningkat.

Adapun Gedung Olahraga BPBD Jatim akan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembinaan fisik dan pelatihan personel, sehingga mampu meningkatkan ketangguhan serta kesiapan aparatur dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan.

Lebih lanjut, Gatot menjelaskan bahwa pembangunan kedua gedung tersebut dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025, dimulai sejak Juni hingga Desember selama 180 hari kalender. Proyek ini didanai melalui APBD Provinsi Jawa Timur dan dirancang oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Provinsi Jawa Timur.

Dalam proses pelaksanaannya, pembangunan juga mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas. (*/ady)

iklan warung gazebo