Sidoarjo, seblang.com – Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat desa di Sidoarjo senilai total Rp3.016.350.000 melalui kegiatan Sapa Bansos yang digelar di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (18/2), bertepatan awal Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Penyaluran ini merupakan Sapa Bansos kedua pada Tahun Anggaran 2026 setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat bantalan sosial dan ekonomi masyarakat menjelang Ramadan.
“Ini adalah Sapa Bansos kita yang kedua di tahun 2026 setelah sebelumnya ada di Pasuruan. Ini akan menjadi bantalan sosial dan bantalan ekonomi. Kita berharap sebelum 1 Maret akan selesai,” ujar Khofifah.
Khofifah menegaskan, program bansos merupakan agenda rutin tahunan Pemprov Jatim yang diarahkan untuk menekan angka kemiskinan, meningkatkan kemandirian, serta mendorong kewirausahaan masyarakat dengan dukungan pilar-pilar sosial di Jawa Timur.
Dari total Rp3.016.350.000 tersebut, rincian bantuan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) Plus kepada 533 keluarga senilai Rp1.066.000.000, Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 66 penerima sebesar Rp237.600.000, serta Bantuan Permakanan LKS Lanjut Usia kepada 10 penerima sebesar Rp45.750.000.
Khofifah berharap seluruh bantuan tepat sasaran dan tepat manfaat, serta dimanfaatkan secara bijak sehingga memberikan dampak positif bagi penerima dan keluarganya.
Selain perlindungan sosial, Pemprov Jatim juga memperkuat aspek pemberdayaan ekonomi melalui program KIP Putri Jawara (Kewirausahaan Inklusif Produktif Perempuan Tangguh Jawa Timur Sejahtera) dan KIP PPKS Jawara (Kewirausahaan Inklusif Produktif Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur Sejahtera). Total bantuan yang disalurkan melalui kedua program tersebut mencapai Rp327.000.000 kepada 109 penerima manfaat.
“Selain KIP Jawara ada zakat produktif bagi penjual ultra mikro. Paling tidak mereka mendapat dukungan permodalan,” tutur Khofifah.
Penguatan juga diberikan kepada pilar sosial melalui penyerahan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dan tali asih kepada 77 orang yang terdiri atas pendamping PKH Plus, Taruna Siaga Bencana (Tagana), pendamping disabilitas, hingga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
“Kawan-kawan pilar sosial inilah yang memberikan support agar bansos sampai kepada penerima,” ucapnya.
Kepada para pilar sosial, Khofifah berpesan agar terus melakukan ground checking secara cermat guna meminimalkan potensi exclusion error maupun inclusion error dalam pendataan penerima bantuan.
“Tolong dilakukan ground check ulang karena mungkin ada exclusion error dan inclusion error. Exclusion bagi yang seharusnya menerima tapi belum terdata, inclusion bagi yang sudah cukup tetapi masuk sebagai penerima,” pesannya.
Di sektor pemberdayaan desa, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, disalurkan bantuan BUMDesa sebesar Rp500.000.000 kepada lima desa, bantuan Desa Berdaya Rp200.000.000 kepada dua desa, serta bantuan Jatim Puspa Rp332.400.000 kepada tiga desa di Kabupaten Sidoarjo.
Khofifah berharap penyaluran bansos yang bertepatan dengan momentum Ramadan ini tidak hanya menjadi penguat ekonomi masyarakat, tetapi juga menghadirkan ketenangan dalam menjalankan ibadah.
“Mudah-mudahan memasuki bulan Ramadan ini panjenengan menjadi lebih tenang. Dan semua yang kita terima hari ini akan memberikan manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Sementara itu, Subandi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Pemprov Jawa Timur kepada masyarakat Sidoarjo. Menurutnya, berbagai bantuan yang disalurkan merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat kurang mampu tetap terlayani.
“Bantuan-bantuan ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Bantuan ini jadi instrumen penting guna memastikan tidak ada satu pun masyarakat kita yang tertinggal dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Subandi menegaskan, Pemkab Sidoarjo akan terus menyalurkan berbagai bantuan sosial bagi masyarakat desil 1 hingga 5, termasuk bantuan kursi roda dan program bedah rumah, sebagai bagian dari upaya menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.
“Harapannya bansos ini dapat menurunkan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan perekonomian di Sidoarjo,” tandasnya.///////////












