Gubernur Khofifah & Mentan RI Resmikan 828 Titik Gerakan Pangan Murah di Jawa Timur

by -23 Views
Wartawan: Ady
Editor: Herry W. Sulaksono
Mentan RI Andi Amran Sulaiman di dampingi Gubernur Khofifah di Taman Mundu lakukan Gerakan Pasar Murah di Jawa Timur.


Gubernur Khofifah bersama Mentan RI Andi Amran Sulaiman di Taman Mundu lakukan Gerakan Pasar Murah di Jawa Timur.

Dari total 828 titik tersebut, 222 titik berada di kantor kecamatan, 212 titik di Koramil, 378 titik di Polsek, dan 16 titik di lokasi lainnya. Masing-masing titik mendapat pasokan 3 ton bahan pangan dari Perum Bulog Kanwil Jatim.

“Kuncinya adalah sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Bulog agar stabilitas harga bahan pokok bisa terwujud,” imbuhnya.

Untuk GPM di Taman Mundu, Bulog Jatim menyediakan beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp55.000 dengan total pasokan 10 ton. Selain itu juga tersedia Minyak Kita kemasan 1 liter seharga Rp15.000 sebanyak 756 liter, gula pasir GMM kemasan 1 kilogram seharga Rp17.500 sebanyak 260 kilogram, serta sejumlah komoditas lain yang dijual di bawah harga pasar.

Menurut Khofifah, kehadiran pasar murah ini tidak hanya meringankan beban rumah tangga, tetapi juga bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan potensi gejolak harga.

Jawa Timur memiliki produksi beras melimpah. Dari Januari hingga September 2025, produksi gabah mencapai 8,82 juta ton Gabah Kering Giling (setara 5,1 juta ton beras). Sementara kebutuhan beras hanya 3,43 juta ton, sehingga surplus lebih dari 1,67 juta ton.

Namun demikian, data Dashboard SPHP Bulog periode 1 Januari–22 September 2025 mencatat realisasi penyaluran beras SPHP Jatim baru mencapai 47,56 juta kilogram atau 25,07 persen dari target akhir tahun 189,74 juta kilogram.

“Produksi beras harus diikuti distribusi cepat dan merata. Saya mengimbau Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, serta pemkab/pemkot untuk mempercepat penyaluran beras SPHP melalui pengecer, koperasi, outlet pangan binaan, Rumah Pangan Kita, hingga toko modern non-grosir. Maksimalkan juga aplikasi Klik SPHP agar distribusi lebih cepat, tepat sasaran, dan transparan,” tegas Khofifah.

Khofifah menambahkan, GPM sejalan dengan peran Jawa Timur sebagai Lumbung Pangan Nusantara sekaligus penopang ekonomi nasional. Pada triwulan II 2025, ekonomi Jatim tumbuh 3,09 persen—tertinggi di Pulau Jawa. Realisasi investasi tumbuh 7,2 persen, sementara kinerja ekspor Juli 2025 meningkat 20,96 persen atau setara 0,51 miliar USD.

Pemprov Jatim konsisten menyelenggarakan pasar murah di berbagai daerah. Sambutan antusias masyarakat menunjukkan kebutuhan yang nyata sekaligus bukti kehadiran pemerintah di tengah rakyat,” ujarnya.

Upaya tersebut berdampak positif terhadap inflasi. Data BPS Jatim mencatat inflasi Agustus 2025 hanya 2,17 persen (year-on-year) dengan deflasi bulanan 0,10 persen.

Sementara itu, Mentan RI Andi Amran Sulaiman mengapresiasi capaian Jatim sebagai daerah dengan produksi dan penyerapan beras tertinggi secara nasional.

“Bapak Presiden menaruh perhatian khusus pada Jawa Timur dan meminta seluruh pihak untuk mendukung provinsi ini,” ujarnya.

Amran menambahkan, hampir semua permintaan Gubernur Jatim telah direalisasikan, kecuali distribusi beras SPHP yang kini tengah diperbaiki.

“Bulog Jatim harus memastikan tidak ada lagi keluhan terkait SPHP. Alokasi beras harus sesuai kebutuhan tiap kabupaten/kota. Kita semua pelayan rakyat, dan saya minta Dirut Bulog melaporkan distribusinya secara harian,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri pejabat Kementerian Pertanian, Forkopimda Jatim, Kepala Satgas Pangan Mabes Polri, Wali Kota Surabaya, Dirut Perum Bulog beserta jajaran, serta pimpinan OPD Pemprov Jatim. Sejumlah daerah juga mengikuti secara daring, termasuk pemda, Kodim, Polres, dan Kejari di seluruh Jawa Timur.(*/ady)

iklan warung gazebo