Gubernur Khofifah Gelar Selawat dan Tabligh Akbar , Ribuan Warga Penuhi Grahadi Bareng Cicit Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dan Gus Iqdam

by -5 Views
Wartawan: Adi Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Syekh Afeefuddin Al-Jailani salah satu cicit Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, Gus Iqdam pendiri majelis Sabilu Taubah, dan Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur dalam tabligh akbar di Grahadi Surabaya.
aston banyuwangi

“Semoga berkah tasyakuran hari ini, nikmat yang ada di Jatim terikat dengan baik, tidak lepas, dan nikmat yang ada segera didatangkan oleh Allah SWT,” ucapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjadikan majelis selawat tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang memperkuat keimanan, kebersamaan, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.



Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan, selain peringatan Hari Jadi ke-81 Jatim, tabligh akbar tersebut juga untuk memperingati Hari Santri. Ia mengingatkan, Hari Santri tidak bisa dilepaskan dari sejarah Resolusi Jihad yang menyerukan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Khofifah menjelaskan, Resolusi Jihad yang dimotori Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa sekaligus pengingat bagi generasi sekarang untuk menjaga kemerdekaan.

“Para santri Jawa dan Madura, fardu ain membela negara, mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Inilah yang sesungguhnya menjadi bagian penting kenapa ada Hari Santri,” ucapnya.

Ia menegaskan, semangat perjuangan tersebut perlu terus diwariskan agar santri tetap siap mengambil peran dalam menjaga keutuhan bangsa dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Ini menjadi seruan untuk membela negara, menjaga kemerdekaan Republik Indonesia, dan ini dimotori oleh pendiri NU, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari. Makanya santri harus siap menjadi garda depan,” ucapnya.

Melalui Jawa Timur Berselawat dan Tabligh Akbar, pihaknya berharap peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, merawat persatuan, serta menghidupkan kembali semangat perjuangan santri dalam menjaga kemerdekaan Indonesia.

“Semoga Allah jaga Indonesia, semoga damai, dan menjadi Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur,” pungkasnya.(st)

iklan warung gazebo