Gubernur Khofifah dan Kepala Basarnas Tinjau Kesiapan Angkutan Nataru di ASDP Ketapang Banyuwangi

by -16 Views
Wartawan: Ady Prayitno
Editor: Herry W Sulaksono
Gubernur Khofifah dan Kepala Basarnas Tinjau Kesiapan Angkutan Nataru di ASDP Ketapang Banyuwangi

“Saya mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan menjaga anak-anak serta keluarganya, terlebih di tengah potensi hujan yang masih tinggi, khususnya saat beraktivitas di kawasan wisata pantai dan wisata air,” ucapnya.

“Kewaspadaan ini tidak hanya untuk Nataru, tetapi juga bersifat jangka panjang. Mengingat pada Februari masih berpotensi hujan, sementara arus mudik Idulfitri juga akan meningkat. Sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci,” tegas Khofifah.

Senada dengan itu, General Manager ASDP Ketapang Ardhy Ekapaty menyampaikan bahwa puncak arus penyeberangan terjadi pada 21–23 Desember menjelang Natal serta 28–29 Desember menjelang Tahun Baru. ASDP telah menyiapkan skenario pengoperasian kapal dengan penyesuaian jumlah armada.

“Dalam kondisi normal kami mengoperasikan 28 kapal, saat padat 30 kapal, dan pada kondisi sangat padat hingga 32 kapal. Kami juga menyiapkan buffer zone di Ketapang dan Gilimanuk,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan bahwa kesiapsiagaan pengamanan dan keselamatan selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jawa Timur telah direncanakan dan dilaksanakan dengan baik. Basarnas, kata dia, turut berkoordinasi untuk memastikan kelayakan armada serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

“Kegiatan ini sudah direncanakan dengan baik dan kami melihat pelaksanaannya juga berjalan dengan baik. Prediksi-prediksi yang sebelumnya dikhawatirkan, Alhamdulillah sejauh ini tidak menimbulkan kejadian khusus,” katanya.

Ia menambahkan, soliditas, komunikasi, dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam membangun kesiapsiagaan nasional, terutama di tengah keterbatasan sumber daya dan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.

Menurutnya, Basarnas menjadi bagian dari operasi terpadu Nataru yang dikoordinasikan lintas sektor bersama Kementerian Perhubungan, Kepolisian, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya guna memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar.

“Basarnas menjadi bagian dari sistem keselamatan ini. Kami berharap tidak ada kejadian yang memerlukan penanganan khusus, namun sinergi dan kolaborasi tetap kami siapkan agar respons dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkasnya. (*/ady)

iklan warung gazebo