“Ke depan, dukungan pemasaran akan kami perkuat agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” ujarnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut daerahnya konsisten mencatat surplus jagung. Pada 2025, produksi jagung Banyuwangi mencapai 250.596,81 ton, naik 19 persen dibanding 2024 yang sebesar 209.078 ton.
Dengan kebutuhan daerah 69.842,31 ton, Banyuwangi mencatat surplus jagung hingga 180.754,50 ton.
Selain jagung, produksi beras Banyuwangi juga surplus. Pada tahun yang sama, produksi beras mencapai 546.923,81 ton atau naik 7 persen dari tahun sebelumnya, dengan surplus 383.258,03 ton.
“Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus. Ini hasil kerja keras petani, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan semua pihak,” kata Ipuk.
Panen raya ini merupakan hasil penanaman jagung seluas 50 hektare sejak November 2025, dengan rata-rata produksi 8–10 ton per hektare.
Pemilik Green Farm, Arum Sabil, mengatakan berbagai uji coba budidaya terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.
“Dari hasil evaluasi, kami optimistis musim tanam berikutnya bisa mencapai 10–12 ton per hektare,” ujarnya. (*)












