Grand Carnival JFC 2024 Bupati Hendy Kenakan Busana Defile Jember

by -3258 Views
Wartawan: Fitri
Editor: Herry W. Sulaksono


“Juga tahun ini, JFC melakukan suatu pembaruan kepada semua peserta diwajibkan menggunakan kostum 30 persen dari bahan-bahan daur ulang,” ujarnya.


“Tentunya selain ramah lingkungan, hal ini untuk mengajarkan kepada semua talent belajar menimalisir penggunaan sampah seminim mungkin,” sambungnya.

Hendy menambahkan, even yang digelar setiap tahun tersebut memiliki multi player effect.

“Hal ini tentunya meningkatkan sektor UMKM, dan pelaku usaha lainnya. Sehingga perputaran perekonomian yang ada di Kabupaten Jember berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Jember terkenal sebagai kota karnaval, menawarkan lebih dari sekadar pesta warna-warni setiap tahunnya. Dampak positif yang terkandung bagi perkembangan budaya dan pariwisata adalah pemajuan kekayaan budaya lokal serta peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Melalui karnaval, Jember
mempromosikan keanekaragaman budaya daerahnya, memperkenalkan warisan seni tradisional seperti tari, busana, dan musik kepada dunia. Selain itu, karnaval ini menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, meningkatkan perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja, dan memajukan infrastruktur pariwisata.

Dengan demikian, karnaval di Jember tidak hanya merayakan kebudayaan lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi pembangunan ekonomi dan keberlanjutan pariwisata di kota Jember.

iklan warung gazebo