
Selain itu, diselenggarakan pula lomba, 15 tenda bazar kuliner halal, serta berbagai rangkaian hiburan dan aktivitas publik seperti sepeda santai, Sore Fun Run, DJ performance, breakdance, band performance (reguler dan pelajar), latihan rutin silat dari Perguruan Ki Ageng Pandanalas dan Tapak Suci, edukasi lingkungan Jaga Satwa, serta pengundian Bank Madiun.
Berdasarkan survei, profil pengunjung didominasi perempuan (59,6%) dan laki-laki (40,4%), dengan kelompok usia 15–20 tahun sebagai pengunjung terbesar yaitu 43%. Tingkat kepuasan masyarakat sangat tinggi: 63,2% menyatakan sangat puas, 28,1% puas, dan 9,3% cukup puas, tanpa temuan respon tidak puas.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi atas keberhasilan gelaran perdana ini.
“Sore di Kabupaten Session 1 telah selesai dilaksanakan. Pada tahun 2026 diharapkan akan ada lagi Sore di Kabupaten Session 2,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dikembangkan untuk memperkuat fungsi GPKP sebagai pusat aktivitas pesilat dan ruang kreativitas masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Madiun. (ADV)











