Lebih lanjut dia menuturkan minuman berarkohol (Minol) yang beredar disiapkan oleh pihak BIYC khusus bagi para tamu, jadi kelas menengah ke atas sedangkan bagi masyarakat kelas menengah tidak mungkin karena harganya terlalu mahal karena memang standarnya untuk bule.
”Jadi khusus anggota (member) BIYC saja yang saya tahu itu. Selebihnya ada peredaran seperti apa, ada tarian seperti apalagi saya tidak tahu karena sudah jarang kesana,” pungkas Tokoh Masyarakat Kampung Ujung tersebut.
Sementara Dona Aprilia, Human Resource Supervisor BIYC Banyuwangi di Kawasan Pantai Marina Boom Banyuwangi pada Kamis (18/08/2022) menyatakan terkait dugaan praktik hiburan tarian telanjang di Banyuwangi Interational Yact Club (BIYC) Banyuwangi tidak pernah ada, akan tetapi memang ada program Ocean Party yang menggunakan bikini namun ditutupi dengan tali rafia
“Karena memang event kita itu ocean party jadi tema yang lebih dekat ke nuansa pantai. Penggunaan tali rafia sebagai penutup badan yaitu karyawan kami pun juga sama menggunakan tersebut dan di dalamnya menggunakan baju dan rok. Ataupun kemeja terus di luarnya mereka itu menggunakan tali rafia, baik cowok maupun cewek menggunakan hal yang sama. Tetapi kalau sampai telanjang itu tidak,” jelas Dona.
Alumni SMK PGRI 1 Giri itu menuturkan selain itu acara tersebut merupakan kejadian yang juga sudah lama dan dalam pengelolaan managemen yang lama. Tetapi dengan managemen yang baru tidak pernah ada kejadian tersebut.
Sedangkan untuk penjualan minuman beralkohol, lanjut wanita asal Licin itu, kebanyakan member BIYC Banyuwangi yang membelinya karena kalaupun tamu lokal yang berkunjung ke resto dan cafenya jarang yang membeli minuman-minuman beralkohol.Karena pihaknya juga menyediakan soft drink, juice dan lain sebagainya bagi keluarga pelanggan yang datang.
Kalaupun untuk customer BIYC boleh membeli karena 80 persen tamu-tamu juga kebanyakan bule. Apabila mereka order ataupun minum- minuman beralkohol maka pihaknya menyiapkan, lanjut Dona.
“Pengunjung lokal khususnya dari Banyuwangi mungkin hanya pada saat ada even saja. Tetapi untuk hari-hari biasa sangat susah untuk minum-minuman keras. Walaupun kadar alkohol kecil seperti bir itu susah tetapi kalau bule memang sering karena harga yang kami tetapkan standar harga bule,” tambahnya.////












