Gerakan Jumat Naik Transportasi Umum dan Ojol, Cara Bupati Ipuk Tingkatkan Pendapatan Sopir

by -27 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Banyuwangi, seblang.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meluncurkan gerakan penggunaan transportasi umum dan ojek online (ojol) setiap Hari Jumat. Inisiatif ini menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan yang inklusif sekaligus berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh aparatur pemkab untuk berangkat dan pulang kerja menggunakan moda transportasi publik serta memanfaatkan layanan pesan antar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para sopir angkutan umum maupun pengemudi ojol.


Gerakan ini resmi dimulai pada Jumat (12/9/2025). Sejak pagi, Bupati Ipuk tampak menggunakan jasa ojol dari rumah menuju Kantor Pemkab. Wakil Bupati Mujiono juga melakukan hal serupa dengan memilih naik ojek untuk berangkat kerja. Sejumlah pegawai pun turut menyemarakkan kegiatan dengan hilir mudik menggunakan angkutan umum di jalanan kota.

Hari ini saya ke kantor naik ojol. Ini adalah gerakan yang akan kita rutinkan mulai Jumat ini dan seterusnya. Seluruh karyawan pemkab akan berangkat dan pulang kerja dengan transportasi publik, baik kendaraan umum maupun ojek online, termasuk layanan pesan antar,” ujar Ipuk.

Menurutnya, langkah ini merupakan implementasi tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. “Kami berharap, dengan masifnya pemanfaatan transportasi umum oleh karyawan pemkab, akan berdampak pada peningkatan pendapatan para sopir. Inilah bentuk nyata hadirnya pemerintah daerah dalam mendukung ekonomi rakyat,” tegasnya.

Saat perjalanan menuju kantor, Ipuk sempat berbincang dengan Trisilawati, seorang pengemudi ojol. “Sudah enam tahun saya ngojek, Bu. Saya tidak malu menjalaninya, yang penting halal dan bisa menghidupi lima anak saya. Saya orang tua tunggal,” tutur Trisilawati.

Gerakan ini disambut positif para sopir transportasi publik. Siti, pengemudi ojol yang baru empat bulan menekuni profesi tersebut, mengaku terbantu dengan kebijakan ini. “Di tengah turunnya orderan karena semakin banyak driver baru, program ini sangat membantu kami. Kalau tiap Jumat dirutinkan, orderan pasti makin banyak,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Ian, sopir ojol lainnya. “Terima kasih Bu Ipuk karena sudah memperhatikan kami. Semoga gerakan ini terus berlangsung rutin agar orderan kami bertambah,” katanya.

Kebijakan tersebut melengkapi program tata kelola transportasi publik yang sebelumnya menghadirkan angkutan sekolah gratis. Program ini melibatkan puluhan sopir angkot yang setiap pagi dan sore menjemput serta mengantar pelajar di titik-titik tertentu. “Alhamdulillah, program ini terbukti mampu menambah pendapatan para sopir angkot,” pungkas Ipuk.////////

iklan warung gazebo