Generasi Muda Jember Harus Punya Literasi dan Mindset Pengusaha Eksport

by -72 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono


Jember, seblang.com – Tren #kaburajadulu dapat disikapi positif oleh generasi muda. Terungkap dalam kegiatan sosialisasi Scale Up Ekspor, bertajuk “Literasi Ekspor Bagi Anak Muda untuk Menunjang Ekosistem Ekonomi di Kabupaten Jember”.

Acara sosialisasi itu digelar di Aula Royal Hotel, Kecamatan Sumbersari, Jember, Senin malam (17/3/2025) kemarin.


Menurut Praktisi Ekspor Vicky Armando, yang menjadi pemateri dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Tren #kaburajadulu tidak hanya menggambarkan situasi emosional negatif. Terkait ungkapan kekecewaan dan memilih pindah tinggal ataupun bekerja di luar negeri.

Tapi bisa diartikan, sebuah situasi positif bagi generasi muda. Untuk membuka peluang usaha dengan menjadi eksportir dan membuka peluang lapangan kerja baru.

“Karena dengan memotivasi mereka untuk melihat peluang pasar global, semoga mereka (para generasi muda). Bisa mampu untuk berdaya untuk global. Selama ini kan ekspor selalu dibilang buat orang tua, kalangan eksklusif, eksekutif, atau orang-orang yang besar atau yang berduit lain,” kata Vicky saat dikonfirmasi usai menjadi pemateri.

Namun demikian, lanjutnya, meskipun memiliki keinginan untuk berpeluang ke luar negeri. Para generasi muda khususnya di Jember, harus ditanamkan pola pikir positif dan memiliki literasi ekspor yang benar.

“Artinya Kabur Aja Dulu, harus punya bekal. Kalau tidak punya skill (kemampuan, red) bagaimana? Karena perlu diketahui, saat ini di luar negeri dengan menjadi karyawan ataupun tenaga kerja. Situasinya sama dengan di sini. Di luar negeri sana, juga mengalami banyak ribuan tenaga kerja di PHK,” ungkap Vicky.

Dari data yang dihimpun olehnya, pria yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unej itu, perusahaan-perusahaan ternama berskala internasional saat ini, banyak yang melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya.

“Catatan saya, Perusahaan Meta 3.600 karyawan di PHK, Microsoft 2.280 karyawan, Amazon 200 ribu. Kemudian HP 7.000 sampai 9.000, Google dengan segala macam aplikasi hampir 25.000 yang mengalami PHK,” sebutnya.

iklan warung gazebo