“Semoga dengan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, melalui gema salawat dan pengajian, diharapkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW semakin meningkat. Sehingga murid dapat meneladani akhlak Rasulullah untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Suasana semakin meriah ketika KH. Muwafi Ali Wafa hadir menyampaikan tausiyahnya dengan cara yang menarik di tengah-tengah guru dan murid. Para siswa pun sangat antusias. Waktu satu jam, terasa masih kurang.
Dalam tausiyahnya, KH.Muwafi Ali Wafa menekankan pentingnya mencintai Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, bukan Nabi yang butuh kita, melainkan para manusialah yang butuh nabi.
“Maka jangan sampai berhenti mencintai Nabi Muhammad SAW, Sebagaimana sabdanya, barang siapa yang mencintaiku (Nabi Muhammad), maka dia akan bersamaku masuk surga,” ujarnya.
Selama berdakwah, kata KH. Muwafi Ali Wafa, Nabi Muhammad SAW mengutamakan penyempurnaan akhlak. Ia pun menegaskan bahwa kegiatan maulid ini sangat baik untuk meneladani akhlak dan memuliakan Nabi Muhammad SAW. “Siapa yang memuliakan kelahiran nabi, maka akan mendapatkan syafaat di hari kiamat,” terang KH.Muwafi Ali Wafa.
Selain mendengarkan tausiyah, para murid juga mengikuti berbagai lomba seperti Lomba Islamic Got Talent, SMKN Ihya Ulumudin Bersholawat, dan Lomba Kirab Budaya Islami.
Lomba-lomba tersebut antara lain:
1. Hadrah
2. Musikalisasi Puisi Islami
3. Drama Islami
4. Karaoke Islami
5. Kuntulan Tradisional
6. Lomba Kreasi Kembang Telur











