Gelar Event Marching Band Daerah, Jember Marching Festival Jadi Wadah Edukasi dan Prestasi Nasional

by -6 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W Sulaksono

Kompetisi ini dinilai oleh jajaran juri berlisensi dari AMBC, di antaranya Andi Hassan, Afrizal, dan Juryansyah dari Gresik; Iqbal Alfani dari Solo; Ahmad Arianto dari Sragen; Ginanjar Kamil dari Bandung; serta juri lokal dari Jember seperti Tri Meidy, Siska Kartika, Ahmad Vaisal, Rahmad Fendy, dan Abdullah.

Nancy Sambow menambahkan, target utama HOBI melalui JMF adalah memperluas edukasi marching band hingga ke pelosok daerah, sekaligus membangun standar sistem dan manajemen kejuaraan yang diakui secara nasional.

Menurutnya, HOBI terus menyesuaikan penyelenggaraan event dengan kriteria Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), mulai dari jumlah peserta hingga sebaran wilayah.

“Kami ingin setiap event yang kami kawal, termasuk JMF di Jember ini, memiliki standar kejuaraan yang jelas dan diakui secara nasional. Dari sebaran dan jumlah peserta saja sudah terlihat bahwa event ini berskala nasional,” tuturnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, JMF juga membuka peluang prestasi hingga tingkat internasional. Para juara JMF berkesempatan memperoleh golden ticket atau rekomendasi untuk mengikuti kompetisi marching band di luar negeri, dengan syarat memenuhi skor, poin, serta kepatuhan manajerial yang ditetapkan.

HOBI sebagai perwakilan Indonesia di AMBC kerap menerima undangan lomba dari negara-negara ASEAN. Salah satu agenda besar yang ditawarkan kepada pemenang JMF 2026 adalah ASEAN Music Games 2026 yang rencananya digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Dengan konsistensi penyelenggaraan selama sembilan tahun dan partisipasi peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Jember Marching Festival kini telah menjadi salah satu barometer pembinaan marching band nasional,” ujarnya.

Menjelang satu dekade pelaksanaannya pada tahun depan, HOBI berharap JMF terus berkembang sebagai ruang edukasi, kompetisi, sekaligus pintu menuju prestasi internasional bagi generasi muda pecinta marching band di Tanah Air.

Nancy juga menambahkan, selain menjadi ruang pelatihan bagi peserta lomba, JMF dirancang sebagai media pembelajaran manajemen acara. Tahun ini, kepanitiaan JMF diketuai oleh Ibar Budi selaku Ketua Penyelenggara dengan melibatkan siswa-siswi SMA Diponegoro Jember sebagai bagian dari panitia.

Keterlibatan pelajar tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung dalam pengelolaan acara lomba marching band, mulai dari aspek teknis, alur pertandingan, hingga tata kelola acara secara profesional.

“Event ini bukan hanya panggung tampil bagi peserta, tetapi juga ruang belajar bagi generasi muda, termasuk siswa yang kami libatkan sebagai panitia agar memahami bagaimana sebuah kejuaraan disiapkan dan dijalankan dengan standar nasional,” pungkas Nancy.////////

iklan warung gazebo