“Tidak bayar, tapi infak,” ujar pihak sekolah.
Ganjar lantas menyela bahwa infak juga sama saja membayar dan jangan diberi nama lain sebagai dalih pungutan.
“Enggak bayar itu titik jangan dikasih nama yang lain, infak ya enggak. Gratis itu harus tis, itu kalau tidak jadi pungli,” kata Ganjar.
“Enggak bayar diminta bayar infak tapi lebih mahal dari SPP, ya tidak boleh, SD gratis, SMP gratis, SMA aja saya gratiskan,” tambahnya.
Saat anak-anak ditanya, mereka mengungkapkan bahwa harus membayar uang Rp 25 hingga Rp 30 ribu setiap bulannya.
“(Untung) Sampeyan ini di bawah kabupaten, (jika) di bawah provinsi, saiki tak eksekusi bro,” kata Ganjar pada kepala sekolah yang disambut tepuk tangan para siswa.










