Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Jawa Timur telah menggelar penjurian live kegiatan ini pada tanggal 30 hingga 31 Juli 2022 lalu di Gedung Mahameru Polda Jatim.
Perwakilan Polresta Banyuwamgi pada waktu itu membawakan tarian Jejer Gandrung Kembang Menur. Tari Gandrung merupakan salah satu kesenian dari Kabupaten Banyuwangi. Kata Gandrung berasal dari Bahasa Jawa yang berarti suka, cinta, dan pesona.
“Tari Gandrung memiliki filosofi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, di antaranya adalah manusia dan keindahan, manusia dan tanggung jawab, manusia dan pandangan hidup, serta manusia dan harapan,” papar Kasihumas.
Lebih lanjut Iptu Agus menyampaikan bahwa gandrung bukanlah sekadar kesenian tari, hiburan atau menyambut tamu, Gandrung juga merupakan ikon Banyuwangi sebagai sarana pementasan rakyat, hingga instrumen perjuangan mengusir penjajah.
“Penari Gandrung adalah sosok yang kuat, berani, dan mempesona. Tari Gandrung juga bukan sekadar tontonan, tapi juga jadi tuntunan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi masyarakat Osing dan umumnya bagi masyarakat Banyuwangi,” lanjut Iptu Agus.
Gandrung memiliki empat unsur warna, yakni Hitam yang melambangkan kekuatan dan kewibawaan, Putih mewakili kesederhanaan dan kerendahan hati, Merah yang berarti keberanian, dan Emas yang merepresentasikan kemewahan, pesona, serta kecantikan. (Humas Polresta Banyuwangi)











