“Kami berharap, dengan lokakarya ini, terbangun adanya kesepemahaman di semua stakeholder. Sehingga bisa bersama-sama menangani stunting sebagaimana yang diharapkan oleh Ibu Bupati,” ujar Henik.
Lokakarya tersebut dilakukan selama dua hari di Hotel Kookon Banyuwangi, Kamis-Jumat (3-4/11/2022). Di antara narasumber yang dihadirkan adalah Plt Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat dan Konselor Pemberdayaan, Pengembangan Manajemen SDM dan UMKM RI sekaligus coach, trainer dan motivator muda, Muhammad Rifqi Pramantya.
“Stunting umumnya terjadi karena dipicu oleh kurangnya nutrisi yang dipengaruhi oleh rendahnya kesejahteraan keluarga. Disini OPD terkait harus berperan untuk memberikan solusi. Misal apabila keluarga itu dari kalangan petani atau nelayan yang pendapatannya minim, maka Dinas Pertanian ataupun Dinas Perikanan harus berperan bagaimana agar pendapatan keluarga tersebut bisa meningkat,” ujarnya.
Koordinator USAID ERAT Provinsi Jawa Timur, Dina Limanto mengungkapkan, program ini merupakan program hibah untuk pemerintah Indonesia yang difokuskan untuk bantuan teknis dalam upaya peningkatan tata kelola pemerintahan yang objektif, efisien dan kuat.
“Program ini difokuskan pada 3 hal, yaitu yang pertama, kita berupaya adanya koherensi kebijakan mulai dari pusat sampai ke daerah. Kedua, peningkatan kinerja layanan, dan ketiga, perencanaan anggaran yang terintegrasi berbasis masalah. Tujuannya agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari perbaikan kinerja yang semakin baik,” pungkasnya. (*)









