“Dengan memiliki dasar pemahaman bahasa Arab, warga binaan dapat secara kompetitif menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat, khususnya di bidang keagamaan,” jelas Agus. “Kemampuan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif di lingkungan masyarakat.”
Lebih dari itu, Agus berharap program ini dapat menanamkan benih-benih kebaikan dan ketakwaan dalam jiwa setiap narapidana, serta menumbuhkan rasa takut untuk melakukan kejahatan. Dengan demikian, mereka dapat terhindar dari lingkaran setan tindak pidana yang berulang.
“Tetap isi hati warga binaan dengan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, agar senantiasa diberikan petunjuk serta perlindungan di setiap langkah,” tutup Agus dengan harapan mulia./////











