Mojokerto, seblang.com – Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Mojokerto mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di berbagai sektor. Kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintahan Mubarok dinilai berdampak positif dalam mendorong pemerataan infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan hingga ke wilayah desa.
Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi NasDem, Hery Suyatnoko, menegaskan bahwa fungsi pengawasan legislatif tetap dijalankan agar pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat luas dan mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah.
“Tugas kami tetap melakukan pengawasan agar pembangunan di segala bidang yang dilakukan Pemkab Mojokerto benar-benar menyentuh masyarakat luas dan mengurangi kesenjangan, bukan hanya terpusat di wilayah tertentu. Selain itu, pembangunan juga harus berdampak langsung bagi warga, seperti pemberdayaan UMKM dan akses pendidikan yang berkualitas. Salah satunya melalui peresmian jalan poros Dusun Kelompok di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi,” ujar Hery.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menjelaskan bahwa peresmian jalan dan jembatan tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat setempat. Selain menghubungkan antarwilayah desa, jalur tersebut merupakan akses utama menuju SMK Negeri Kemlagi yang setiap hari dilalui pelajar, tenaga pendidik, serta masyarakat umum.
Kegiatan tasyakuran dan peresmian dihadiri Forkopimca Kemlagi, Kepala Desa Mojogebang beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Dusun Kelompok.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jalan poros tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Pembangunan jalan poros Dusun Kelompok ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses jalan yang layak dan dapat digunakan dengan baik,” ujar Gus Barra.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari belanja modal jalan kabupaten, berupa pelebaran jalan menuju standar ruas Jalan Mojowono–Mojogebang. Ruas ini menghubungkan Desa Mojowono dan Desa Mojogebang di Kecamatan Kemlagi serta menjadi akses utama menuju SMK Negeri Kemlagi.
Pekerjaan dilaksanakan dengan nilai kontrak sebesar Rp2.945.932.000. Pembangunan meliputi pelebaran jalan selebar 5,50 meter sepanjang 350 meter dan selebar 5,00 meter sepanjang 438 meter. Konstruksi menggunakan perkerasan beton FS 40 dengan tulangan besi wiremesh, dilengkapi dinding penahan jalan dari pasangan batu kali, serta saluran RCP berdiameter 80 sentimeter pada dua titik untuk memperlancar sistem drainase.
Melalui pembangunan tersebut, Gus Barra berharap masyarakat dapat merasakan manfaat secara langsung.
“Jalan ini dibangun agar aktivitas warga menjadi lebih lancar, baik untuk bekerja, mengangkut hasil usaha, bersekolah, beribadah, maupun keperluan sehari-hari lainnya,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar menjalankan program.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto membangun jalan ini berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Barra menyampaikan bahwa pembangunan desa merupakan fondasi penting bagi kemajuan daerah secara keseluruhan.
“Ketika akses desa semakin baik, pergerakan ekonomi akan semakin lancar, kualitas hidup masyarakat meningkat, dan kesejahteraan dapat dirasakan secara lebih merata,” pungkasnya. (13/1/2026). (rs)










