“Hal hal yang sudah diutarakan dalam rapat, pos kesehatan harus tersebar dibeberapa titik tidak berkumpul, termasuk ambulance sepeda motor,” lanjut Irjen Toni.
Kapolda Jatim berharap rapat finalisasi tersebut menjadi satu kesempurnaan lagi dalam menyikapi hal – hal yang ditemukan di lapangan.
“Antisipasi massa yang mungkin memaksa masuk ke GOR, agar tidak sampai melebihi batas yang sudah ditentukan,” tutur Kapolda Jatim.
Untuk dapat diikuti para jamaah yang tidak bisa masuk GOR, panitia sudah memasang 62 titik video tron termasuk zona zona bagi jamaah yang berasal dari luar Jatim.
“Kami menghimbau kepada warga sekitar untuk bisa menerima peserta yang hadir untuk makan, mandi maupun sholat,” pungkas Kapolda Jatim. (*)












