Festival Kitab Kuning di Banyuwangi, Kenalkan Warisan Keilmuan Ulama Nusantara ke Generasi Muda

by -2019 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Seperti diketahui, Kiai Saleh adalah pendiri Nahdatul Ulama (NU) Banyuwangi dan Pahlawan Kabupaten Banyuwangi. Beliau memiliki nama kecil Kiagus Muhammad Saleh.

Di Nahdlatul Ulama, Kiai Saleh terhitung sebagai ulama yang diperhitungkan. La duduk sebagai Mustasyar pada susunan kepengurusan NU hasil muktamarnya yang ketiga (1928). Dalam berbagai kesempatan muktamar, Kiai Saleh juga kerap diminta memberikan tausiyah bersama dengan Hadratussyekh KH. Hasyim Asyari.


Kiai Saleh juga menjadi sosok penting dalam pendirian GP Ansor. Pada Rapat Syuriyah yang digelar di Pesantren Lateng, tepat 24 April, ANO dinyatakan resmi sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama. Peristiwa inilah yang kemudian dijadikan momentum penanda lahirnya Gerakan Pemuda Ansor, salah satu badan otonom NU dan organisasi kepemudaan terbesar di Republik Indonesia.

Ketua Takmir Masjid Kiai Saleh, Rahmad Zainuddin, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemkab atas dukungan yang diberikan dalam merestorasi karya kitab-kitab ulama nusantara yang menjadi koleksi Kiai Saleh.

Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami dan menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan warisan keilmuan Kiai Saleh,” ujar cicit Kiai Saleh itu.

Acara Festival Kitab Kuning 2023 akan berlangsung hingga Selasa mendatang (13/6./2023). Selain pameran koleksi Kiai Saleh, juga ada launching kitab Rududul Alamah karya KH. Raden Asnawi, Kudus. Kitab itu sekaligus dilombakan untuk dibaca oleh para santri.

“Pada malam harinya juga ada pengajian umum kitab kuning dari para kiai Banyuwangi. Monggo bisa diikuti secara umum,” ungkap Kepala Bagian Kesra Pemkab Banyuwangi Yusdi Irawan. (*)

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *