Menurut Suhendro, banyak Dalang asal Kabupaten Blitar yang berkualitas dan berkemampuan mendalang yang unik dan inovatif. Dan Pemerintah Kabupaten Blitar pun, melalui Disparbudpora juga memfasilitasi bagi masyarakat yang ini belajar seni Dalang. Dengan menyiapkan sebuah sanggar yang bisa diikuti secara gratis.
“Sanggar kita namanya Sanggar Pedalangan, sanggar ini gratis bagi siapapun yang ingin belajar wayang. Kini murid kita ada puluhan dan yang sudah siap sekitar ada 6 untuk tanding, dan di sini kita kirim salah satu karena di festival ini tiap daerah hanya boleh mengirimkan satu saja perwakilannya,” tutur kepala dinas yang juga seorang Dalang itu.
Dan selanjutnya, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Sinarto mengatakan, bahwa Festival Dalam Muda ini menjadi festival tahunan dalam rangkaian hari Jadi Provinsi Jawa Timur sekaligus menyambut hari Wayang Nasional ke 4 tepatnya tanggal 7 November.
Sanggar-sanggar di Jawa Timur kita fasilitasi agar muncul keberanian untuk mengenal panggung, kedua mereka bisa mengenal peluang pasar, dan ketiga punya inisiatif untuk melakukan Inovasi dan kreativitas melalui festival ini,” kata Sinarto.
“Karena dalang itu Seniman yang tidak boleh berhenti. Tapi harus dinamis, menguasai teknik, aliran juga pikiran-pikirannya untuk mengelola sebuah nilai, menawarkan kepada masyarakat, dan ada manfaat sebagai tuntunan, dan barang tentu akan menjadi sebuah tontonan dan hiburan,” pungkasnya.////









