Mojokerto, seblang.com – Lembaga Pendidikan Islam Fakultas Syari’ah Institut Pesantren KH.Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Mojokerto menggelar Seminar Internasional Pemikiran Islam Mazhab Syafi’i dengan menghadirkan Mahaguru Mazhab Syafi’i dari Mesir, Syekh Abdul Aziz al-Syahawi dan sejumlah tokoh ulama usul fiqih dari Timur Tengah di Masjid Raya kampus Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto Senin, 18/07/2022 .
Sejumlah tokoh ulama pakar ilmu fikih dan ushul fikih dari Indonesia dihadirkan di kampus IKHAC. Di antaranya, KH. Afifuddin Muhadjir dan KH. Abdusshomad Bukhori, Husein Aziz, dan Muhammad Ali Haidar.
Ketua pelaksana Seminar Internasional, Farida Ulvi mengatakan, kegiatan yang akan digelar secara hybrid ini juga melibatkan sejumlah pesantren di Indonesia.
“Sampai saat ini, peserta seminar Internasional sudah mencapai 507 peserta. Baik yang akan menghadiri secara online maupun offline. Peserta berasal dari seluruh penjuru wilayah Indonesia,” ujar Ulvi.
Sementara itu, Prof. Dr Kh Asep Saefudin Chalim, berkesempatan tabarruk bersama syech sekaligus menyampaikan kegembiraan atas kedatangan Ulama besar Mahaguru Syekh Abdul Aziz al-Syahawi dari Mesir,
“Alhamdulillah pada saat ini kedatangan Ulama besar pemegang Madzhab Syafi’i, kepribadian Madzhab Syafi’i itu adalah orang yang sangat cerdas sekali kecerdasan Imam Syafi’i itu kekuatan dari hafalan dan juga sekaligus diakui oleh gurunya Imam Malik , Imam Malik menyaksikan pada Imam Syafi’i biasanya tidak membawa kitab tetapi kata Imam Syafi’i menanyakan tentang apa yang diajarkan oleh Imam Malik agar langsung memahami terhadap apa yang diajarkan telah memiliki ilmunya,” ujar Prof Dr KH Asep Saefudin Chalim panggilan akrabnya Kiai miliarder
“Salahsatu upaya munculnya kecerdasan agar memahami keilmuan jauhkan dari kemaksiatan, kalian mahasiswa Institut KH Abdul Chalim akan memahami betapa pentingnya demikian tidak hanya dengan meninggalkan maksiat kemudian bisa yakin bahwa kebiasaan yang dimiliki manusia pikirkan dimiliki oleh kalian mau justru kamu harus memegangi apa yang disampaikan oleh Rasulullah untuk meninggalkan maksiat,” kata Kiai Asep menceritakan kepribadian Imam madzhab Syafi’i











