Selain infrastruktur, Andi menyampaikan bahwa peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal juga perlu menjadi prioritas. Ia menekankan pentingnya pelatihan keterampilan bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan, agar mereka dapat bersaing di era industri saat ini.
“Kami turut mendorong pemerintah untuk mendukung produk lokal dan UMKM sebagai langkah meningkatkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja,” tambahnya.
Lebih lanjut, F-PAN berpendapat bahwa dukungan penuh terhadap UMKM akan membantu mengurangi tingkat pengangguran dan memajukan ekonomi masyarakat. Mereka juga mengusulkan agar pemerintah memberikan kemudahan akses bagi investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Blitar.
F-PAN juga mengulas ancaman bencana alam, terutama di musim hujan. Andi Widodo mengingatkan pemerintah agar alokasi anggaran untuk kebencanaan ditingkatkan pada APBD 2025 sebagai langkah antisipasi terhadap risiko bencana, seperti angin puting beliung, yang dapat melanda daerah.
Terakhir, Andi Widodo menyampaikan arahan kepada anggota F-PAN di Badan Anggaran DPRD untuk membahas RAPBD 2025 dengan cermat, demi memastikan program-program prioritas bisa terakomodasi dalam APBD. F-PAN berharap agar seluruh usulan tersebut dapat terealisasi guna mendukung kemajuan Kabupaten Blitar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.












