Endhog-endhogan: Tradisi Maulid Nabi yang Menggairahkan Ekonomi Banyuwangi

by -1594 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono


Muhammad Izzudin, ketua panitia festival, menjelaskan bahwa acara ini melibatkan lebih dari 1000 peserta dari 7 dusun di Desa Kembiritan. “Selain pawai, kami juga mengadakan pembacaan dzikir maulid, pengajian umum, dan gerakan membaca 1000 selawat yang dimulai sejak 5 September lalu,” tuturnya.

Kegiatan ini merupakan contoh bagaimana tradisi lokal dapat disinergikan dengan pembangunan ekonomi daerah. Melalui festival endhog-endhogan, Banyuwangi tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, mulai dari sektor perdagangan hingga industri kreatif.

Dengan memadukan unsur budaya, agama, dan ekonomi, tradisi endhog-endhogan menjadi model pembangunan daerah yang holistik. Hal ini sejalan dengan visi Banyuwangi untuk memajukan ekonomi berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di era modern.

iklan warung gazebo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *