“Kedatangan Bu Ipuk sudah kami tunggu dengan senang hati. Semoga Bu Ipuk jadi Bupati Banyuwangi lagi, dan melanjutkan program-program yang sudah banyak kami rasakan selama ini,” ujar Tini, salah seorang pekerja.
Selama di Muncar Ipuk juga silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan berbagai kalangan masyarakat lainnya.
Ipuk Fiestiandani menyatakan wilayah Muncar memiliki banyak potensi yang cukup besar, utamanya di sektor perikanan. Selain terdapat industri pengolahan ikan modern, juga terdapat banyak usaha rumahan pengolahan hasil laut yang dilakukan secara tradisional oleh masyarakat.
Karena itu telah banyak program-program digulirkan untuk mengangkat potensi Muncar. Selama ini, berbagai program pelatihan diversifikasi olahan laut, serta bantuan alat usaha juga diberikan kepada para nelayan beserta istri-istri mereka di Muncar.
“Program-program pemberdayaan dan pendampingan dari hulu ke hilir akan terus kami lanjutkan dan perluas, agar kesejahteraan nelayan Banyuwangi bisa semakin meningkat,” harap Ipuk.
Di Muncar saat ini juga terdapat dua TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle). Yakni TPS3R Bio Mandiri Lestari di Desa Tembokrejo dan TPS3R Sidoayu di Desa Sumberberas.
TPS3R Bio Mandiri Lestari di Desa Tembokrejo memiliki kapasitas 20 ton per hari dan melayani empat desa. Bahkan berhasil mengekspor sampah plastik ke Austria, Kanada, dan Malaysia. TPS3R ini bahkan menjadi terbaik nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Sementara TPS3R Sidoayu di Desa Sumberberas berkapasitas 25 ton/hari dan melayani enam desa. Pemkab juga menyediakan sarana dan prasarana seperti kendaraan pengangkut sampah dan tempat sampah.
“Tidak hanya mengurangi sampah, program ini juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Muncar,” ungkap Ipuk.//////









