Dalam pelaksanaan budi daya, delapan kolam ikan tersebut melibatkan peran aktif para santri secara langsung. Yunus Syaifulloh, salah seorang santri penggerak budidaya, mengungkapkan proses pemeliharaan dilakukan secara berkala mulai dari; pemantauan kualitas air, tebar bibit, pemerilhatan, pemberian pakan, hingga proses pemanenan.
“Melalui delapan kolam ini, kami belajar teknik budidaya perikanan modern dan kedisiplinan. Hasil panen yang sudah beberapa kali berjalan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi protein dan gizi santri secara mandiri di pesantren,” terang Yunus di sela-sela aktivitas perawatan kolam.
Pengembangan perikanan ikan air tawar dengan sistem bioflok di lingkungan PPPM Nurul Huda Banyuwangi ini sejalan dengan delapan program prioritas LDII (LDII untuk Bangsa), khususnya dalam bidang ekonomi syariah, ketahanan pangan, dan lingkungan hidup.
Jajaran pengurus DPD LDII Banyuwangi berkomitmen untuk terus mengawal dan mengoptimalkan kapasitas produksi delapan kolam yang ada agar dapat menjadi percontohan kemandirian pangan berbasis pesantren di Jawa Timur (Jatim).












