“Di hari pertama, kami datang dan berdiskusi dengan Kampus Politeknik Banyuwangi (Poliwangi). Poliwangi berencana ke depan akan mendirikan prodi geologi. Lalu kami juga survey geologi, dan kami undang penggiat geopark seperti pemandu wisata dan warga sekitar untuk naik Ijen bersama. Dalam perjalanan tersebut, kami terangkan secara detail tentang Ijen dari sisi ilmiah, untuk menambah wawasan mereka tentang kawasan ini. Dan menariknya, ternyata pemahaman masyarakat tentang Geopark Ijen cukup lengkap,” beber Mirzam.
Tim ITB juga akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk para guru di SMPN 3 Banyuwangi dan SMPN 2 Genteng.
Bupati Ipuk menyampaikan terima kasihnya karena ITB karena beberapa tahun terakhir terus melakukan pendampingan kepada Banyuwangi hingga Geopark Ijen telah masuk dalam jaringan Unesco Global Geopark.
“Terima kasih kepada para ITB dan tim ahlinya yang terus terlibat dalam pengembangan Geopark Ijen. Kami berharap ITB terus menjadikan kawasan geologi Banyuwangi sebagai laboratorium dan memberikan masukan yang positif bagi kami bagaimana pengelolaannya,” kata Ipuk.
Ipuk menjelaskan bahwa Banyuwangi memiliki potensi untuk terus berkembang. Ipuk berharap ekoturisme yang dijalankan Banyuwangi akan bermanfaat bagi warga Banywuangi dan lingkungannya.
“Di satu sisi potensi wisata Banyuwangi banyak, tapi di sisi lain juga potensi bencananya besar. Kami butuh masukan dan arahan, supaya meski daerah ini rawan bencana tapi kami bisa meminimalkan resikonya. Tentunya kami berharap hasil riset dan pemantauan ITB akan membantu kami,” harap Ipuk. (*)










