Tri mengaku sudah hampir empat bulan menjaga dua kapal tersebut di lokasi. Untuk sumber daya listrik, pihaknya menyalur di pelabuhan milik perusahaan swasta tersebut. “Kurang lebih hampir sudah satu tahun kapal ini bersandar. Saya baru empat bulan menjaga. Dan dua kapal ini rencananya dijual oleh pemilik, namun sudah terbakar,” ujarnya.
Sementara itu, Tato Handoko, Penanggung Jawab Pelabuhan Perikanan Masami, mengatakan, pemilik kapal telah delapan bulan menitipkan kapalnya untuk sandar di pelabuhan tersebut.
“Pemiliknya orang Pekalongan. Dua kapal ini pemiliknya orang yang sama,” kata Tato.
Menurut Tato, saat kebakaran terjadi, kapal dalam kondisi tak berawak. Sebab lama tak berlayar, besar kemungkinan juga kapal tak memuat ikan. “Untuk penyebab pasti, kita tunggu hasil penyelidikan pihak berwenang,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran.

Tiga kapal pemadam milik Pelindo dan perusahaan tambang yang kebetulan bersandar di Tanjung Wangi, berjibaku memadamkan api di kapal ikan yang lepas tanpa kendali di tengah selat Bali.

Sedangkan kapal satunya yang terbakar dekat dermaga berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran Damkarmat Banyuwangi yang dibantu TNI AL dan polisi.









