DTPHP Kabupaten Malang Minta Petani Milenial YESS Harus Dilibatkan Dalam Pengembangan Produksi Pertanian

by -420 Views
Wartawan: Achmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Ket foto. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan perkebunan kabupaten Malang Avicenna

“Screen House disini disebut modern karena dilengkapi IOT dalam dengan menggunakan aplikasi khusus, sehingga nanti system pengairannya, pengendalian hamanya semuanya pakai system otomatis, dengan digitalisasi dan otomatisasi,” jelas Aicenna.

Adanya system IOT pada pengembangan bibit kentang ini berawal potensi kentang di Desa Ngadas ini cukup luar biasa dengan lahan 300 hektar yang dikelola oleh dua Kelompok Tani (Poktan) Semeru dan Bromo dengan musim tanam sepanjang tahun.

Sebelum para petani mendapatkan 8 sampai 10 ton per hektar dengan inovasi dan intervensi benih yang bagus hasil sekali panen 35 sampai 50 ton per hektar.

“sebelum adanya inovasi ini, awal mereka itu dapat 8 sampai 10 ton per hektar, begitu kita intervensi dengan benih yang bagus hasilnya 35 sampai 50 ton mereka bisa capai, luar biasa,” terangnya.

Pihaknya menanyakan pada salah Ketua Poktan apa yang sangat dibutuhkan untuk para petani ini dalam meningkatkan hasil produksi kentang, “Pak Joko (Ketua POktan Bromo) saya tanya apa kebutuhan petani saat ini, ternyata Poktan membutuhkan benih yang bagus, saya sanggupi,” tandas Avicenna.

Untuk di Kabupaten Malang telah dibangun 2 Screen House, pertama berada di Kecamatan Turen untuk budidaya buah melon dan di Desa Ngadas Poncokusumo, numun begitu nantinya bisa digunakan untuk budidaya tanaman yang lain selain kentang.

“Dua Screen House tersebut beda komoditas, nantinya kan saat ini disini kan tanaman kentang, bisa saja nanti digunakan untuk tanaman yang lain,” pungkas Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicenna.

iklan warung gazebo

iklan warung gazebo