Malang, seblang.com – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga menempuh strategi agresif dengan mengoptimalkan bantuan program dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi guna menutup defisit anggaran infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2026. Langkah ini dilakukan di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat kebijakan efisiensi belanja dan berkurangnya ruang belanja modal.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menegaskan Pemkab Malang tidak tinggal diam menghadapi defisit anggaran. Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah aktif menarik program-program nasional dan provinsi agar masuk ke wilayah Kabupaten Malang, khususnya pada sektor infrastruktur jalan.
“Bukan memanfaatkan dalam arti negatif, tapi kami aktif mencari bantuan ke pusat dan provinsi. Saat ini banyak kewenangan infrastruktur yang ditangani pusat dan provinsi, namun pelaksanaannya di daerah. Ini yang kami kejar,” ujar Khairul usai mengikuti Forum Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Malang Tahun 2027 di Pendopo Agung, Senin (19/1/2026).
Khairul mengungkapkan, di tingkat kementerian terdapat ruang fiskal hingga beberapa triliun rupiah yang dapat digerakkan melalui berbagai skema program nasional, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Dana tersebut menjadi peluang besar untuk memperkuat pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBD.
“Spasi anggaran di kementerian itu ada beberapa triliun. Kalau bisa digerakkan ke daerah, sangat membantu. Contohnya lewat program Inpres Jalan Daerah, ini yang kami kejar terus,” jelasnya.
Hasilnya, Kabupaten Malang telah memperoleh sejumlah alokasi anggaran signifikan. Dari pemerintah provinsi, Dinas PU Bina Marga mendapatkan proyek fisik senilai Rp10 miliar. Sementara dari program Inpres Jalan Daerah, Pemkab Malang memperoleh Rp15,8 miliar, dengan Rp11 miliar di antaranya telah dikontrakkan untuk ruas Kalipare–Donomulyo.
Namun demikian, Khairul menegaskan pihaknya belum berhenti pada capaian tersebut. Ruas Kalipare–Donomulyo kembali diusulkan dengan nilai yang jauh lebih besar.
“Kalipare–Donomulyo sudah dapat Rp11 miliar, tapi kami usulkan lagi hingga Rp60 miliar. Soal nanti dikasih berapa, kita belum tahu, tapi harapannya tentu bisa ditambah,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan ini menjadi kunci menutup defisit anggaran daerah. Dengan masuknya dana pusat dan provinsi, anggaran yang sebelumnya dialokasikan dari APBD dapat dialihkan untuk kebutuhan prioritas lainnya.
“Kalau satu ruas sudah dapat Inpres, sementara di APBD juga dianggarkan, maka anggaran daerahnya kita geser ke lokasi lain. Itu bentuk efisiensi,” jelas Khairul.
Ia mencontohkan, pada Inpres Jalan Daerah di Kecamatan Pagak yang sebelumnya dibiayai APBD, ketika bantuan pusat turun, dana daerah dapat dialihkan untuk penanganan ruas lain yang juga membutuhkan perbaikan.
Lebih lanjut, Khairul mengungkapkan bahwa setelah dikurangi belanja modal, sisa kebutuhan anggaran infrastruktur jalan Kabupaten Malang tahun 2026 masih lebih dari Rp200 miliar. Oleh karena itu, seluruh kebijakan perbaikan jalan kini berbasis data teknis dan skala prioritas.
“Kami bekerja berdasarkan data. Ada jalan yang cukup ditangani spot-spot kerusakannya. Dengan satu miliar bisa menangani hingga lima kilometer, tergantung kondisi,” katanya.
Ia menekankan pentingnya ketepatan perencanaan agar anggaran terbatas dapat memberikan dampak maksimal.
“Kalau cukup ditangani tambal sulam atau patching, ya patching dulu agar jalan bisa berfungsi. Jangan langsung hotmix semua, nanti anggarannya habis,” ujarnya.
Fokus utama Dinas PU Bina Marga tetap pada rekonstruksi jalan poros dan ruas strategis yang menjadi urat nadi mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat Kabupaten Malang.
“Rekonstruksi tetap dilakukan, tapi untuk poros-poros utama. Perencanaan harus tepat agar tidak salah langkah,” pungkasnya.
Dengan strategi kombinasi optimalisasi program pusat, bantuan provinsi, efisiensi APBD, serta perencanaan berbasis data, Pemkab Malang optimistis pembangunan infrastruktur jalan tetap berjalan meski di tengah tekanan fiskal.///////////










