Beberapa program prioritas yang ditekankan dalam PAK kali ini antara lain penanganan kemiskinan ekstrem, bantuan sembako, penyediaan sanitasi dan air bersih, hingga pembangunan infrastruktur dasar. Selain itu, bantuan pendidikan bagi siswa miskin juga menjadi fokus untuk menekan angka kemiskinan ekstrem maupun stunting di Jawa Timur.
“Yang utama adalah soal data. Data yang disajikan harus konkret dan divalidasi. Kami meminta eksekutif melakukan kroscek lapangan agar anggaran benar-benar tepat sasaran,” tegas Missery.
Ia juga menekankan pentingnya kesesuaian usulan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan kebutuhan masyarakat.
“Kalau usulan OPD sudah sesuai, maka segera dieksekusi. Kalau belum sesuai, maka harus disesuaikan sebagaimana usulan dari komisi terkait,” pungkasnya. (*/ady)











