Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah daerah merumuskan arah kebijakan transformatif dalam Misi 2 RPJPD Mewujudkan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya saing, antara lain; modernisasi pertanian, penerapan teknologi pertanian modern seperti drone dan sistem irigasi pintar bisa membuat pertanian lebih menarik bagi generasi Z yang akrab dengan teknologi, agripreneurship dengan mendorong dan memfasilitasi anak muda untuk menjadi pengusaha di bidang pertanian.
“Bukan hanya sebagai petani tradisional dan pertanian berkelanjutan dengan mempromosikan praktik pertanian ramah lingkungan yang sejalan dengan kesadaran lingkungan generasi Z,” imbuh Pak Dhe.
Selanjutnya pemerintah juga menjembatani kemitraan dengan sektor swasta dalam mendorong kerjasama antara petani muda dengan perusahaan besar untuk menjamin pasar dan transfer teknologi.
Lebih lanjut dia menambahkan dengan pendekatan holistik yang dilakukan diharapkan sektor pertanian di Banyuwangi bisa menjadi lebih menarik bagi generasi muda, sekaligus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor ini. Tentu saja, implementasi kebijakan-kebijakan ini memerlukan kerjasama yang erat antara pemerintah daerah, sektor swasta, institusi pendidikan, dan masyarakat.
Perihal kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi, lanjut Pak Dhe, arah pembangunan Kabupaten Banyuwangi ke depan tetap fokus pada industri pariwisata.
Selain sejalan dengan kebijakan nasional, Banyuwangi memiliki sejumlah keunggulan dan daya saing untuk dikembangkan menjadi daerah destinasi wisata, berkaitan dengan hal tersebut tertuang dalam arah kebijakan RPJPD Tahun 2025-2045 Pengembangan kepariwisataan dan ekosistem ekonomi kreatif yang holistik dan sustainable dengan pemenuhan paripurna aspek 6A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ancillary Services, Aktivitas, Available Packages) di kabupaten yang ada di ujung timur Pulau Jawa ini.









