Terkait dengan kondisi APBD 2024, Wakil Bupati menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,81%, persentase penduduk miskin 7,32%, tingkat pengangguran terbuka 4,68%, Indeks Pembangunan Manusia 71,75, dan Rasio Gini 0,31. Kinerja positif ini dianggap sebagai dampak dukungan pemerintah melalui program yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Sugirah menegaskan kebijakan pemerintah untuk terus meningkatkan pendapatan daerah, dengan proyeksi pendapatan sebesar 2 triliun 495 miliar 696 juta 641 ribu 125 rupiah. Pendapatan asli daerah, transfer, dan pendapatan lainnya menjadi komponen utama.
“Dari sisi belanja, RAPBD 2024 mencapai 2 triliun 520 miliar 696 juta 641 ribu 125 rupiah. Permasalahan utama adalah seimbangnya kebutuhan dengan kapasitas fiskal daerah, sehingga penentuan besaran belanja perlu dilakukan secara selektif sesuai kebijakan umum APBD dan prioritas plafon anggaran sementara,” bebernya.
Pembiayaan daerah diproyeksikan seimbang dengan penerimaan pembiayaan sebesar 25 miliar rupiah dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya. “Kami berharap pembahasan RAPBD 2024 dapat berjalan lancar dengan semangat bersama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara menyatakan bahwasanya apa yang disampaikan pihak eksekutif akan dibahas lebih dalam.
“Secara umum, kami mengapresiasi atas keberhasilan Pemkab Banyuwangi dalam mengatasi tantangan seperti masalah pengangguran dan sebagainya,” ujarnya./////









