“ Melalui program tersebut, lebih dari 50 UKM telah berhasil memperluas akses pasarnya ke mancanegara, ”ujarnya
Terakhir Desa Devisa. Menurut R Gerald, program tersebut merupakan pemberdayaan untuk komunitas petani, pengrajin, koperasi maupun UKM yang memiliki produk unggulan ekspor. Hingga Juni 2022, LPEI memiliki 134 desa devisa dengan 9 komoditas unggulan. Yakni kakao, kopi, beras, garam, rumput laut, kerajinan, tenun, gula semut dan lada hitam.
“ LPEI dalam hal ini telah memberikan pendampingan kepada 12.821 petani atau pengrajin, ”ungkapnya.
Pada penutupan acara UMKM Week 2022, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, juga angkat suara. Dia mengajak seluruh jajarannya untuk memperbaiki program sinergi dalam membantu UMKM.
” Jika UMKM pasarnya di luar negeri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan membantu sampai ekspor. Dan ada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Inilah yang disebut kolaborasi. Karena UMKM perlu dibantu di semua front. Jangan dibebani, tapi dibantu, ”ujar Sri Mulyani.
Ditambahkan Sri Mulyani, pihaknya mengaku dan sangat berharap kolaborasi antar jajaran lembaga maupun kementerian dapat mempercepat pertumbuhan UMKM.
“ Dan Indonesia bisa pulih dari kondisi pandemi. Selamat hari UMKM Nasional, ”ucapnya.
Sekedar diketahui, UMKM Week 2022 merupakan wujud kolaborasi #KemenkeuSatu yang senantiasa terjalin antara Kementerian Keuangan dengan #SpecialMissionVehicle Kementerian Keuangan RI.
Dalam acara itu, LPEI juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan pameran. Lembaga yang juga dikenal dengan sebutan Indonesia Eximbank ini menampilkan produk binaan LPEI.
Selain UMKM Week 2022, LPEI juga turut berpartisipasi pada agenda #KemenkeuSatu lainnya berupa partisipasi pada kegiatan Road to Mofest 2022 Bali yang diselenggarakan pada tanggal 11 Agustus 2022. (tim)











