Ditambahkan Plh Kepala Dispertan Nanang Sugiharto, drone diterbangkan oleh petugas dari Dispertan. Pilot mengendalikan drone ke dari satu sudut area persawahan ke sudut lainnya. Drone terbang dengan menyemburkan pupuk cair merata ke petak lahan itu.
“Dengan drone ini, proses penyemprotan bisa rampung dengan sangat cepat. Dalam waktu sejam, 7 hektare (ha) lahan bisa selesai disemprot,” kata Nanang.
Bandingkan dengan proses penyemprotan manual yang bisa memakan waktu seharian untuk lahan seluas 1 ha.
Selain untuk lahan padi, drone sprayer juga bisa dimanfaatkan pada tanaman lain. Yang penting, proses penyemprotan bisa dilakukan dari atas tanaman. Bukan hanya pupuk organik, tapi juga bahan cair lain seperti pestisida.
Nanang menjelaskan, drone tersebut telah dioperasikan ke beberapa lahan pertanian di beberapa daerah di Kabupaten Banyuwangi dalam gerakan pengendalian organisme penganggu tumbuhan (Gerdal) dan gerakan pertanian serempak lainnya.
“Sudah kami trial (uji coba) mulai tahun ini, dan telah bisa dioperasikan,” tutur dia. (*)











