Dia mengatakan bahwa mereka berada di sebelah barat Ujung Pangkah. Tepatnya di titik koordinat 6°48’37.2″S 112°32’25.1″E.
Saat itu, tim Suara Surabaya langsung berkoordinasi dengan Command Centre dan Polair Polda Jatim.
“Kami berangkat dari Delegan. Saat perjalanan pulang, sudah setengah perjalanan, sekitar jam satu siang, tiba-tiba (mesin kapal) berhenti,” kata Khoirul yang sempat melapor ke salah satu stasiun Radio di Surabaya untuk meminta pertolongan.
Menurut Khoirul, tidak ada kerusakan di badan kapal. Pengemudi kapal sudah berusaha memperbaiki mesin kapalnya, tapi tak kunjung membuahkan hasil.
“Kami sudah berusaha menghubungi rekan yang di daratan. Sekitar setengah jam yang lalu sudah berangkat, tapi belum sampai. Mungkin karena badai. Ombaknya sangat tinggi,” ujarnya pada Minggu petang.
Upaya penyelamatan tersebut sempat mengalami kendala cuaca buruk. Kurang lebih tiga jam bantuan datang, baik dari kapal swasta maupun tim pemancing yang bergerak dari Delegan.
Mereka mengirimkan bantuan logistik, sebab Khoirul dan teman teman lainnya sempat kehabisan bahan makanan, baterai handphone dan mulai kedinginan.
“Terimaksih kepada bapak – bapak Polisi dan rekan – rekan nelayan yang sudah menyelamatkan kami,”ucap Khoirul.
Saat ditemukan, kondisi semua penumpang kapal dalam keadaan sehat. (**)











